5/06/2010

Jadilah orang yang tersenyum di saat orang lain bersedih.

Disaat kita terlahir ke dunia, kita menangis sedangkan orang lain di sekeliling kita tersenyum dan tertawa. Siapapun mereka, orang tua kita, kakek-nenek kita, paman-tante kita, dsb. Mereka tersenyum karna mereka bahagia.

Tak ada satu orang tua pun di dunia ini yang menangis di saat anaknya lahir. Kalaupun menangis, itu karna mereka bahagia. Itu adalah tangis kebahagian, bukan tangis penyesalan. Mereka menangis karna tak sanggup lagi menahan kegembiraan sebab mereka telah memiliki seorang anak yang mungkin sudah lama mereka nantikan.

Ada juga orang tua yang menyesal di saat anaknya lahir. Orang tua seperti ini umumnya tidak mengharapkan anaknya lahir, atau anak yang dikandungnya adalah hasil dari hubungan gelap. Atau hal-hal lainnya yang tidak diharapkan.

Kita telah menjadi orang yang menangis di saat orang lain tersenyum, selanjutnya ialah bagaimana caranya agar kita menjadi orang yang tersenyum di saat orang lain bersedih/menangis.

Agar anda sukses menjadi orang yang tersenyum di saat orang lain bersedih anda harus memulainya dari sekarang dan detik ini juga. Caranya ialah perbanyaklah berzikir kepada Allah SWT, jika anda belum berzikir kepada Allah SWT hari ini belum terlambat untuk memulainya di hari esok.

Jangan menundanya karna anda merasa hidup anda masih sangat panjang. Dan baru memulainya di saat anda sudah tua, sudah mempunyai anak dan cucu. Bertaubatlah kamu seakan-akan kamu akan meninggal esok hari. Yang terpenting adalah bukan berapa lama kita hidup, tapi bagaimana kita hidup.

Mulailah dari detik ini juga, jika anda menundanya di esok hari siapa yang dapat menjamin kalau besok anda masih bisa bernafas. Hidup dan mati adalah urusan Allah s.w.t, selama anda masih bisa bernafas, gunakanlah waktu yang tersisa untuk bertaubat.

Bukan hanya berzikir, anda juga harus melakukan apa yang diperintahkan Oleh-Nya, dan meninggalkan apa yang dilarang Oleh-Nya. Tunaikanlah shalat shalat 5 waktu secara berjama’ah, karna shalat adalah tiang agama. Jika kita tidak shalat, maka seluruh amalan kita tidak akan diterima di sisi-Nya.

Perbanyaklah mengucapkan kalimat “Laa ilaa ha ilallah.”, laksanakanlah rukun iman dan rukun islam. Lakunlah apa saja yang diperintahkan oleh agama. Jangan tergoda dengan kehidupan dunia yang sementara ini, sesungguhnya kehidupan di akhirat itu abadi untuk selama-lamanya. Ingatlah bahwa azab Allah s.w.t amat pedih bagi mereka yang yang mendustai-Nya.

Dengan melakukan hal-hal tersebut, kita akan lebih mudah mengupakan “Laa ilaa ha ilallah” di saat sakratul maut. Bukan perkara mudah mengucapkan “Laa ilaa ha ilallah” disaat sakratul maut. Mudah bagi mereka yang sering berzikir, bertaqwa, dan beriman kepada Allah SWT, Dan dijamin masuk ke dalam surga-Nya. Yakinlah bahwa janji Allah SWT itu pasti akan ditepati.

Disaat kita berhasil mengucapkan “Laa ilaa ha ilallah” saat sakratul maut, kita akan meninggalkan dunia ini dengan tersenyum. Kita dimasukkan ke golongan orang yang beriman, dijamin masuk surga sesuai dengan janji-Nya. Kita dapat melihat orang yang kita kasihi sedih atas kepergian kita. Kita dapat melihat surga dan neraka.

Jadilah orang yang tersenyum di saat orang lain bersedih.

source: http://koetaradja.wordpress.com/2009/02/14/jadilah-orang-yang-tersenyum-disaat-orang-lain-bersedih/